Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
DaerahTNI & POLRI

Sinergi Polri dan Pesantren: Wakapolda Jabar dan Mantan Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Daarul Mujaahid Cirebon

4
×

Sinergi Polri dan Pesantren: Wakapolda Jabar dan Mantan Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Daarul Mujaahid Cirebon

Sebarkan artikel ini
banner 500x150

Kota Cirebon – Suasana khidmat menyelimuti Jalan Pramuka, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, saat berlangsungnya prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid dan asrama di Pondok Pesantren Daarul Mujaahid Kandang Juang, Sabtu (14/02/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.35 WIB hingga 16.45 WIB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya mantan Kapolri periode 2001–2005, Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar, dan Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. Turut hadir Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Cirebon Kota, tokoh masyarakat, serta ratusan santri yang antusias mengikuti jalannya acara.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mujaahid, Ustadz Ujang Zakaria. Dalam penyampaiannya, Ustadz Ujang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan nyata dari jajaran kepolisian terhadap pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan di pesantren tersebut.

Dalam sambutannya, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan kembali Pondok Pesantren Daarul Mujaahid serta Masjid Ad-Da’i Nur Ida Mardliyah. Proyek renovasi dan pembangunan asrama ini ditargetkan rampung dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pribadi dan keluarga kami dalam mendukung syiar agama serta pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia,” ujar Brigjen Pol. Adi Vivid.

Ia juga mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhumah Hj. Mardliyah, donatur awal yang telah menghibahkan tanah tersebut untuk kepentingan umat.

Prosesi inti dilakukan dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh para tokoh yang hadir, diikuti doa bersama untuk kelancaran pembangunan. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang memperlihatkan kehangatan hubungan antara aparat penegak hukum dan keluarga besar pesantren.

(Red/Rezha LDD)

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *