Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
InternasionalNasionalPemerintahanPolitikTNI & POLRI

Presiden Prabowo: “Saya dan Pak Jokowi Bagaikan Pinang Tak Tersekat, Budaya Adu Domba Harus Dihentikan”

878641
×

Presiden Prabowo: “Saya dan Pak Jokowi Bagaikan Pinang Tak Tersekat, Budaya Adu Domba Harus Dihentikan”

Sebarkan artikel ini
banner 500x150

Jakarta-26 Oktober 2025-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tetap harmonis dan saling menghormati. Isu yang menyebut keduanya berselisih ditegaskan sebagai bentuk upaya adu domba yang tidak bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Sekarang ini budaya adu domba tidak membuat bagus negeri ini. Ada yang bilang saya dan Pak Jokowi retak — mana ada. Kami akur-akur saja. Saya sering komunikasi dengan beliau, dan sifat saya orang yang tahu berterima kasih,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menegaskan, tidak ada presiden yang sempurna. “Mau bicara mantan-mantan presiden, tidak ada yang sempurna. Jadi masing-masing kita harus introspeksi, termasuk saya sendiri. Saya bukan orang sempurna,” ujarnya.

Ia menyerukan agar masyarakat berhenti terjebak dalam budaya adu domba dan mulai menumbuhkan semangat saling menghargai.

“Coba budaya adu domba dihilangkan. Mana bisa maju negara kalau pikiran orang masih picik seperti itu,” pungkasnya.

Agus Flores: “Inilah Teladan Kenegarawanan Sejati”

Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo, Ketua Umum PW. Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menilai ucapan tersebut mencerminkan sikap kenegarawanan dan kedewasaan politik yang patut ditiru oleh semua pihak.

“Pernyataan Presiden Prabowo adalah contoh nyata pemimpin yang berjiwa besar. Beliau tidak mudah terpancing isu, justru mengajak bangsa ini untuk bersatu dan menolak budaya adu domba,” ujar Agus Flores di Jakarta.

Menurutnya, hubungan harmonis antara Presiden Prabowo dan Presiden Jokowi adalah modal penting untuk menjaga stabilitas politik nasional.
“Selama dua tokoh besar ini kompak, negara akan tetap kuat. Jangan ada pihak yang mencoba memecah belah, karena itu sama saja melawan semangat persatuan bangsa,” tambahnya.

Agus Flores juga mengajak insan pers untuk menjadi garda terdepan dalam melawan provokasi dan informasi yang memecah belah.
“Pers harus jadi pendingin suasana, bukan alat adu domba. Mari jaga suasana kondusif demi kemajuan Indonesia,” tutupnya.(Red)

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *