Jakarta, 26 Oktober 2025- Walaupun Aneh aneh R. Mas MH Agus Rugiarto SH, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), tetap saja Merupakan Cucu Almarhum KH Abdul Rozak Sholeh (Mba Soleh) Tokoh Ulama Tertua Di Situbondo Jawa Timur, Yang dikenal dalam Sejarah Ulama Memiliki Kharomah.
Sapaan Agus Flores ini, kembali menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna spiritual dan kemanusiaan, Diperuntukan Kepada Mantan Presiden Republik Ke 7 Ir. Jokowidodo dan Kapolri Jendral Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si.
Dalam unggahan terbarunya, ia mengatakan untuk tidak menolak rasa sakit atau penderitaan, melainkan menerimanya dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari perjalanan hidup, sebagai Spritual Dunia.
Dalam pesannya, Agus Flores menulis:
“Ketika kamu terluka, jangan buru-buru menolak rasa sakit. Terimalah dengan penuh kesadaran. Dalam dharma, penderitaan bukan kutukan, tapi guru yang lembut. Ia mengajarkanmu arti sabar, arti ikhlas, dan arti cinta tanpa syarat.”
Menurutnya, penderitaan adalah bagian dari proses pendewasaan spiritual dan pembentukan karakter. Ia menilai bahwa manusia sering kali terjebak dalam penolakan terhadap rasa sakit, padahal di baliknya tersimpan pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan cinta tanpa syarat.
“Dalam dunia jurnalisme maupun dalam kehidupan sosial, ujian dan penderitaan adalah guru yang sejati. Mereka membentuk keberanian, empati, dan kebijaksanaan kita,” ujar Agus Flores dalam pernyataan terpisah.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk jajaran pengurus daerah. Sekjen PW FRN Sultra, Muhammad Rahman, menilai pesan Ketua Umum itu sangat relevan dengan realitas sosial dan perjuangan wartawan di lapangan.
“Apa yang disampaikan Bapak Agus Flores bukan sekadar kata mutiara, tapi cerminan dari pengalaman hidup beliau. Sebagai wartawan, kita sering menghadapi tekanan, ancaman, bahkan rasa sakit. Tapi pesan beliau mengingatkan kami untuk tetap tenang, sabar, dan ikhlas dalam menjalankan amanah profesi,” ujar Muhammad Rahman.
Ia menambahkan, pesan spiritual ini menjadi semacam penyejuk di tengah kerasnya dinamika dunia jurnalistik dan sosial. “Kami di Sultra menjadikan ajaran moral beliau sebagai semangat dalam memperjuangkan kebenaran dengan hati yang tulus,” tegasnya.
Agus Flores sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya tegas dan berani dalam mengkritisi kebijakan publik, tetapi juga bijaksana dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan moralitas kepada seluruh anggota PW FRN di seluruh Indonesia.(Redaksi)

















