Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNasionalPemerintahan

Mendagri Warning Gubernur Papua Tengah Segera Belanjakan Uang Daerah untuk Pembangunan

5362
×

Mendagri Warning Gubernur Papua Tengah Segera Belanjakan Uang Daerah untuk Pembangunan

Sebarkan artikel ini
banner 500x150

Jakarta, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian heran pertumbuhan ekonomi Papua Tengah menjadi yang terburuk se-Indonesia pada kuartal I-2025. Padahal, pendapatan asli daerahnya paling cepat terkumpul se-Indonesia sampai dengan posisi Mei 2025.

Pertumbuhan ekonomi daerah yang menjadi lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, itu bahkan terkontraksi atau minus 25,53% pada kuartal I-2025, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terburuk se-Indonesia.

“Yang lebih menyedihkan dan pertanyaan besar kita ini minus 25,93%, padahal pendapatannya paling tinggi,” kata Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi  Daerah Tahun 2025, di Aula Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/5/2025).

Tito mengatakan, total realisasi penerimaan asli daerah Papua Tengah per Mei telah mencapai 48,71%. Namun, belanja daerahnya menjadi yang terburuk di antara 38 provinsi di Indonesia, yakni baru terealisasi sebesar 9,11%.

Kondisi ini menandakan, uang daerah Papua Tengah hanya tersimpan di bank, tidak dibelanjakan kepala daerahnya untuk mendorong ekonomi masyarakat.

“Angka pendapatan nya itu 48,71%, nomor satu pendapatannya, hampir 50% sampai Mei ini target pendapatan APBD nya, tapi belanjanya baru 9%, artinya uang nya disimpan di bank, tidak menggerakkan ekonomi daerah” ujar Tito.

Oleh karenanya, ia pun meminta Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa segera membelanjakan uang daerah nya untuk pembangunan. Tanpa belanja daerah, ia pastikan ekonomi tak akan bisa bergerak dan mencapai pertumbuhan yang tinggi.

Ia menegaskan, belanja daerah merupakan instrumen vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi pengangguran, serta menanggulangi kemiskinan ekstrem dan stunting. Ia memperingatkan bahwa stagnasi belanja akan menghambat pembangunan sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

Selain Papua Tengah, Tito juga menyinggung daerah lain yang ekonominya jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2025 yang hanya sebesar 4,87%. Daerah itu ialah daerah yang ekonominya di bawah 4%, seperti Papua 3,91%, Papua Pegunungan 3,02%, dan NTB minus 1,47%.

(Red/Rezha LDD)

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *