Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mengintensifkan pemantauan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) menjelang Operasi Ketupat 2026. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi ETLE Drone Patrol Presisi untuk memastikan kelancaran distribusi kendaraan di jalur strategis tersebut.
Strategi penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern ini bertujuan agar pergerakan kendaraan dari kawasan Bogor menuju Sukabumi berjalan aman dan terkendali. Mengingat posisinya yang vital, Tol Bocimi menjadi koridor alternatif utama selain jalur arteri nasional dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Barat bagian selatan.
Ruas Jalan Tol Bocimi memiliki posisi vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Kehadiran tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum., dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal serta dukungan teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergitas ini memastikan monitoring berlangsung secara sistematis dan terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional. Kamis, (19/2/2026)
Melalui pantauan udara, petugas memperoleh gambaran visual menyeluruh mengenai kondisi arus kendaraan secara real-time. ETLE Drone digunakan untuk mengidentifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, hingga titik-titik krusial seperti simpang susun (interchange), titik pertemuan jalur (merging), serta akses keluar-masuk tol yang sulit dijangkau secara optimal melalui pemantauan darat.
Selain mengamati pergerakan kendaraan, Korlantas juga mengevaluasi kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional. Evaluasi mencakup penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan (barrier), kondisi marka, pencahayaan, hingga kesiapan titik pemberhentian darurat.
Data visual yang dihimpun kemudian dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen arus. Dengan dukungan teknologi ini, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga langkah antisipatif dapat diambil secara cepat dan tepat.
Optimalisasi di ruas Tol Bocimi ini menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital. ETLE Drone Patrol Presisi kini bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan instrumen strategis untuk menghadirkan sistem monitoring yang modern, profesional, dan berbasis data demi kenyamanan pengguna jalan.
(Red/Rezha LDD)

















