Jakarta – Sejak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenppas) berada dalam ‘rumah baru’, yakni Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), aktivitas ketahanan pangan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggeliat di lapas-lapas dan rutan-rutan. Geliat aktivitas ini tak lepas dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto yang menggagas dua hal tersebut sebagai bagian dari pembinaan para warga binaan pemasyarakatan alias narapidana (napi).
Pada Kamis, 15 Januari 2026, Ditjenpas Kemenimipas menggelar panen raya serentak se-Indonesia komoditas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Berikut hasil Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026:
– Sektor pertanian dan perkebunan: padi, jagung, holtikultura, singkong, kelapa, komoditas perkebunan lainnya. Total 99.930 kg.
– Sektor peternakan: ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, domba. Total 4.019 kg.
– Perikanan: ikan Lele, Nila, Patin, Gurame, Mujaer; udang Vaname. Total 19.608 kg.
Jumlah keseluruhan hasil Panen Raya Serentak se-Indonesia Ditjenpas Kemenimipas: 123.557 kg.
Kemenimipas juga menjadikan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) sebagai pilot project dan percontohan kegiatan pembinaan di bidang ketahanan pangan dan UMKM.
Pada Selasa (10/2/2026) di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Nusakambangan, Menteri Agus Andrianto menerangkan gagasan ini tak ujug-ujug muncul di pikirannya. Ada empat hal yang menjadi faktor pendorong pembinaan napi dalam bidang ketahanan pangan dan UMKM.
1. Temuan BPK soal Pembiaran Lahan
Menteri Agus menceritakan awal mula menjabat, dia belanja masalah yang terjadi di kementeriannya. Dua direktorat jenderal di bawahnya, yakni Imigrasi dan Pemasyarakatan, semula berada dalam payung Kementerian Hukum dan HAM.
Salah satu masalah yang ada yakni temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). BPK menemukan fakta bahwa banyak lahan-lahan aset negara di bawah penguasaan Kemenimipas, yang tak dimanfaatkan atau diberdayakan untuk mendukung tugas pokok dan fungsi kementerian tersebut.
“Kami membangun ketahanan pangan kan kita selaraskan antara temuan-temuan yang kami inventarisasi pada saat awal kami menjabat. Banyak temuan lahan idle,” kata Menteri Agus.
Salah satu contoh nyata di Pulau Nusakambangan, semula lahan-lahan di bawah penguasaan Ditjenpas Kemenimipas sempat luput dari pengawasan. Akhirnya lahan-lahan tersebut digarap oleh masyarakat pesisir. Padahal seharusnya dalam kondisi steril dari jamahan masyarakat karena pulau ini diperuntukan kegiatan pembinaan narapidana.
“Di Nusakambangan ini banyak lahan kita yang… karena tidak diawasi dengan baik, tidak dikelola dengan baik, masyarakat ini berpotensi untuk melakukan penggarapan. Oleh karena itu, untuk mencegah itu supaya (penggarapan oleh warga sekitar) jangan meluas,” ujar Menteri Agus.Napi di Nusakambangan Belajar Budidaya Ikan Sidat, Dapat Premi Rp 450 Ribu
2. Maksimalisasi Ragam Kegiatan Bina Napi yang Selaras Asta Cita
Dari temuan BPK tersebut, Menteri Agus lalu merancang ide agar lahan-lahan idle bermanfaat dan menjadi prasarana pendukung tugas utama pemasyarakatan, yaitu pembinaan narapidana. Ide tersebut diselaraskan oleh Menteri Agus dengan Asta Cita, yaitu ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM.
Menteri Agus menjabarkan ide kegiatan pembinaan di bidang ketahanan pangan dan UMKM ini harus berdampak. Harapannya terjadi multiplier effect (efek ganda)
Baik produk ketahanan pangan maupun UMKM, lanjut Agus, tak boleh berhenti hanya pada tampil di etalase kegiatan seremonial. Dia ingin produk ketahanan pangan dan UMKM yang melibatkan napi ini tampil di pasar. Selain agar napi yang memproduksi bisa percaya diri dan makin serius mengikuti pelatihan keterampilan, Menteri Agus berharap terwujud kemandirian dan kesejahteraan.
“Kami menyelaraskan dengan arah kebijakan Bapak Presiden, karena beliau sangat fokus terhadap masalah ketahanan pangan. Di samping juga masalah-masalah yang lain, yang tentu saja rekan-rekan sudah ketahui, makan bergizi gratis, ketahanan energi, kemudian sekolah rakyat, koperasi merah putih, dan lain-lain, ini kan sudah banyak ya,” ucap Menteri Agus.
“Artinya kita menyelaraskan antara tugas yang kita emban sehari-hari dengan kondisi yang ada. Kemudian kita selaraskan dengan arah bijak beliau. Ya dengan harapan walaupun kecil, kita setidaknya sudah memberikan kontribusi untuk menyiapkan ketahanan pangan ke dalam lapas,” tambah dia.

















