Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Dulu Wartawan Pemberontak,Sebelum Jadi Pengacara dan Ketum, Tulisannya Tajam Pernah Berseteru Dengan Grub Jawa Pos, Dan Pernah Korlap Massa Aksi Anarkis, Masih Sering Pecahin Kaca Lemari dan Terbangkan Piring

1500035
×

Dulu Wartawan Pemberontak,Sebelum Jadi Pengacara dan Ketum, Tulisannya Tajam Pernah Berseteru Dengan Grub Jawa Pos, Dan Pernah Korlap Massa Aksi Anarkis, Masih Sering Pecahin Kaca Lemari dan Terbangkan Piring

Sebarkan artikel ini
banner 500x150

JAKARTA, Bukan Hal Biasa Didunia Jurnalistik dan Aktivis, Masa Mudanya dikenal Tulisannya Tajam Sering Menyoroti Pemerintah, Korupsi dan Persoalan Merugikan Masyarakat, bahkan Suka Ikut Aksi Demostrasi dan Bakar bakaran Fasilitas Umum.

Maklum dimasa mudanya, Lama sebagai Aktivis merangkap Sebagai Wartawan, dan bebas berkreasi Seni Kebebasan.

Perjalana  Pengacara R. Mas MH  Agus Rugiarto SH, waktu Mahasiswa Di Universitas Tadulako (Untad), sehari harinya sering bersama sama Mantan Rektor Untad Almarhum DR. Syahbudin Mustafa, yang dikenal Rektor Disegani Mahasiswa, selain parasnya keras , dan berjenggot putih, dianggap Tokoh dan Suhu Dari Pantai Timur Sulteng.

Perlu diketahui Daerah Pantai Timur di Sulteng, dikenal Ilmu Kebatinan atau Belajar Ilmu Ghaib Cukup Kuat.

Dari Keberadaan Rektor itu, Mas Agus Mengenal Lembaga Dasar Kepemimpinan HMI di Sulteng. dan bukan itu saja, Mas Agus Sosok Ketum PW FRN pernah diikut Sertakan Mengikuti LDK Partai Golkar.

Karena Sebelum Reformasi , PNS masih bisa terjun Dipartai, sehingga Rektornya ikut Partai , Mas Aguspun ikut Partai.

Bagaimana Ceritanya , Mas Agus Sangat Dekat dengan Mantan Rektor yang bengis dan seram itu, ternyata Kedekatan Mereka, karena Mas Agus saat itu Wartawan Koran Harian Nuasa Pos, yang sehari harinya ngepost dikampus.

Selain itu Koran Harian Nuasa Pos Palu, dikenal Mirip Koran Tempo di daerah, karena tiap hari beritanya Pedas pedas, sukanya mengkritik Pemerintah, sampai keakarnya.

Selain itu, Sering kali Mas Agus Meliput Dirawan Konflik, Perang Suku Bugis dan Kaili di Pasar Impres dan Pasar Masomba Palu, Konflik Poso jilid 3  dan lain sebagainya.

Bukan itu saja, saat Pindah Media di Koran Harian Limboto Ekspres Gorontalo, sebelum Mengakhiri masa Lajangnya, Mempersunting Anak Pejabat di Bandara Djalaludin, dia sempat buat ulah lagi,  mengganggu kenyamanan Grub Media Jawa Pos, dengan menyoroti Artis Sofia Lajuba di Koran Grub Jawa Pos, dianggap berbaju Vulgar.

Bukan itu saja, waktu Sebagai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo sering buat ulah, yang nengakibatkan Suruhan Pengusaha mengganggu kenyamanan dirinya, kadang mendatangi Langsung Kerumah, Kadang pula diancam Melalui Telepon, kadang pula kejar kejaran dengan senjata tajam dengan mengganggu kenyamanannya.

Baginya Hal yang biasa Preman Datang Kerumahnya, kadang 2 Truk, kadang pula 10 sampai 11 orang, tapi itulah  dia, selalu Gayanya datar,  maklum otaknya sering  dicuci ilmu ilmu aktivis bahkan dianggap pasukan mahasuswa terdepan.

Bukan itu , saja Pernah Hari Nasional kelistrikan , Masa Demonya menggruduk PLN , hingga berbenturan dengan Massa Aksi Preman Diduga Bayaran PLN, yang mengakibatkan beberapa kaca PLN Berhampuran Pecah.

Ditahun 2012 , Hijrah Ke Jakarta, karena melanjutkan Pendidikan Advokat di Kuningan Jakarta Pusat.

Di Jakarta, ketemu lagi dengan Kader Kadernya, hingga  Mempengaruhi Kadernya untuk  Aksi Menguasai Markas YLBHI bersama Kadernya Rahmad Himran Dan Kawan kawannya.

Nanti Kapoknya , berubah Total saat  ketika di Sumpah sebagai Pengacara ditahun 2016, oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Usai Disumpah, direpotkan lagi, dengan melakukan kekacauan di Pasangkayu Sulawesi Barat, dengan memasukan puluhan Maayarakat Panen Raya di Kebun Sawit, hingga di Sidangkan Kode Etik Dewan Advokat.

Kini Sosok Ini , Sebagai Ketum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Pusat.

Ada yang bertanya , Kenapa Dulunya Mas Agus Berubah Namanya Agus Flores.

” Sebenarnya yang juluki dirinya Agus Flores, Adalah Orang Flores , Karena Selain Kakeknya Polisi Andrias Ade Orang Flores, ibunya juga Berkebangsaan Flores,” tegas Mas Agus ditemui Kamis Malam (16/10) Dimarkas Kantor Fast Respon Nusantara .

Bukan itu saja, nama berbeda dijuluki Hercules, dengan Nama Daeng Agus, karena sehari harinya berteman dengan orang orang Tanjung Priok.

Hingga Sempat Ketua Umum Grib Jaya Hercules Rosario Marsal , mengamanatkan sebagai Ketua DPC Grib Jaya Jakarta Pusat dan Merangkap Ketua DPW Grib Jaya Sulawesi Tengah.

Tapi Ada yang menarik bagi Mas Agus, sampai Betah berteman dengan Preman, karena mereka lebih tulus berteman.

” Preman itu Berteman, ngak suka tikung dari Belakang, sukanya bermain didepan, kalau mereka ngak senang suka bicara langsung didepan,” tegas Agus.

Hal Berbeda Disampaikan Sang Istri Fitri Datau, Spd, Kepada Media, Kamis Malam (16/10) Sosok Suaminya walaupun Wajah agak seram tapi hatinya baik, dan segan sama Orang tua dan Istrinya, tidak mau ribut.

” Tapi Kalau Marah, Kalau tidak Piring Pecah, Kaca Lemari Sering Jadi Sasaran, ” lugasnya.

Selain itu, hobinya jangan diganggu, suka pernak pernik Koleksi Sejarah.

Dtk.satu

 

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *