Raja Ampat, – Polres Raja Ampat melaksanakan kegiatan Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 sebagai wujud nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kegiatan ini dipusatkan di lahan seluas 1 hektare milik Bapak Hasan, Jalan Poros Pasar Baru, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu (7/3/2026) sore.
Agenda ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan Zoom Meeting yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan. Seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia mengikuti arahan tersebut secara virtual sembari melakukan penanaman di wilayah masing-masing untuk memperkuat sinergi ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Raja Ampat, AKP Muhadi, S.H., didampingi Kabag Ops AKP Aleman Miginsubu, Kabag SDM AKP Tatak Heru Latif, Kabaglog AKP Ramlan, Kasiwas Iptu Mirawan A.S. Mahdi, Kasi propam Ipda Hendra Praja, serta personel Polres Raja Ampat, Kepala Bulog Kabupaten Raja Ampat, perwakilan Dinas Pertanian, dan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Pasar Baru beserta anggotanya.
Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa program swasembada jagung tahun 2026 menargetkan penanaman di seluruh lahan potensial di Indonesia dengan total luas mencapai 1,3 juta hektare. Ia mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk aktif berkolaborasi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta kelompok tani guna memaksimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan tidur.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pada tahun 2025 luas lahan tanam jagung di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 32.856,82 hektare dengan total produksi sebesar 153.515,24 ton. Sementara pada kuartal I tahun 2026, target luas tanam mencapai 9.424,31 hektare, dengan realisasi sementara 7.279,50 hektare atau sekitar 71,42 persen dari target yang ditetapkan.
Selain untuk kebutuhan pakan nasional, hasil produksi jagung juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah seperti makan bergizi gratis serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolri menambahkan bahwa situasi global saat ini, termasuk konflik internasional yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan pangan dunia, menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan sejak dini.
Usai mengikuti arahan pusat secara daring, Wakapolres Raja Ampat bersama tamu undangan dan personel kepolisian melakukan penanaman benih jagung pipil secara simbolis di lokasi tersebut.
Wakapolres Raja Ampat, AKP Muhadi, S.H., yang hadir mewakili Kapolres, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mengawal kebijakan pemerintah. “Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani lokal di wilayah Raja Ampat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, jenis jagung yang ditanam adalah jagung pipil. Program strategis ini mengedepankan pemanfaatan lahan produktif melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani sebagai pilar stabilitas ekonomi masyarakat di sektor pertanian.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIT tersebut berjalan dengan lancar dan tertib, mempertegas komitmen Polres Raja Ampat dalam mengawal kebijakan pemerintah menuju kemandirian pangan nasional.
(Red/Rezha LDD)
#ketahananpangan #prabowosubianto #polri #listyosigitprabowo #kapoldapapuabaratdaya
@poldapapuabaratdaya @sdmpoldapapuabaratdaya @humaspoldapapuabaratdaya @sdmpolresrajaampat

















