Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Kriminal

Dengan Ancaman Berita Negatif, Oknum Wartawan Asal Surabaya Mencoba Memeras Pengusaha di Pasuruan

154
×

Dengan Ancaman Berita Negatif, Oknum Wartawan Asal Surabaya Mencoba Memeras Pengusaha di Pasuruan

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi (ist/iniberita)
banner 500x150

PASURUAN, iniberita.com – Empat orang yang mengaku sebagai wartawan dari sejumlah media online asal Surabaya, diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik usaha pengolahan kertas di Pasuruan. Dugaan ini muncul setelah mereka didapati mengintimidasi pihak perusahaan dengan ancaman pemberitaan negatif yang tidak berimbang dan dinilai mencemarkan nama baik.

Pihak perusahaan menyatakan, akan menempuh jalur hukum apabila tindakan tersebut terus berlanjut dan semakin merugikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pemerasan ini diperkuat oleh bukti rekaman video yang memperlihatkan percakapan antara keempat oknum dan perwakilan perusahaan. Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas permintaan sejumlah uang dalam nominal besar sebagai “kompensasi” agar berita negatif tidak dipublikasikan.

“Keempat orang itu datang menggunakan mobil Avanza putih dengan lafaz Al-Qur’an di bagian belakang. Salah satu dari mereka berinisial JA, diduga merupakan perantara yang sebelumnya sudah menemui pemilik usaha dan menerima sejumlah uang,” ungkap seorang saksi kepada kliknews.co.id, Kamis (10/04/2025).

Saksi juga menyebut, bahwa keempat oknum datang dengan sikap arogan dan intimidatif. Mereka menuding perusahaan tidak memiliki izin lengkap, kemudian menekan agar diserahkan sejumlah uang dengan dalih biaya operasional. Namun, cara mereka menyampaikan tudingan tersebut jauh dari etika jurnalistik.

“Mereka bukan datang untuk klarifikasi, tapi seperti menginterogasi. Nada bicara mereka tinggi dan penuh tekanan,” tambah saksi.

Saat permintaan mereka tidak dituruti, para oknum mulai menyebarkan pemberitaan yang bersifat tendensius dan menyerang secara personal. Salah satu pimpinan redaksi dari media online juga disebut turut menerima uang, dengan dalih kerja sama media yang disalahgunakan untuk menutupi dugaan pelanggaran perizinan.

“Mereka salah kaprah! Kerja sama dengan media itu untuk mempublikasikan informasi positif, seperti lowongan kerja atau kegiatan sosial perusahaan kepada warga, bukan soal karna kesalahan perusahaan,” tegas saksi.

Pihak perusahaan sangat menyayangkan, tindakan tidak etis ini dan menegaskan siap membawa bukti-bukti ke aparat penegak hukum jika tekanan terus berlangsung.

Kasus ini menunjukkan adanya penyalahgunaan profesi wartawan demi keuntungan pribadi. Tindakan semacam ini tidak hanya mencoreng nama baik media, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap dunia jurnalistik.

Wartawan seharusnya bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik, menjunjung tinggi prinsip kebenaran, akurasi, dan keadilan. Masyarakat perlu memahami, perbedaan antara jurnalis yang berintegritas dan oknum yang mempraktikkan “jurnalis amplop”. Pers adalah pilar demokrasi, bukan alat untuk mengintimidasi demi keuntungan sepihak. ” BERSAMBUNG”

(Tim/Redaksi)

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *