Batam, – Penampakan pembangunan skala besar, yang terdapat di pulau Tanjung Sauh Batam, yang menyatukan daratan Pulau Tanjung Sauh Besar dan Tanjung Sauh Kecil, terjadi aktivitas Reklamasi dan Pematangan Lahan, serta menimbun Hutan Mangrove. Dan ada beberapa titik proyek pembangunan di sana, Jumat (17/10/2025).
Aktivitas Reklamasi dan Pematangan Lahan itu sudah hampir setengah tahunan giat, dari pantauan PW FRN Kepri. Dan pihak proyek melarang orang-orang mendekati tempat aktivitas tersebut, khusus nya bila seseorang mengaku sebagai Media, mereka dengan lantang melarang mendekati lokasi Proyek tersebut.
Diduga dalam SK 76 Peta Kawasan Hutan Lindung Kepulauan Riau yang lalu, bahwasanya Pulau Tanjung Sauh Batam, berada dalam Kawasan Hutan Lindung (HL). Tapi dalam Peta Kawasan Hutan Lindung SK 6617 sekarang, Pulau Tanjung Sauh bergambar putih, bukan Kawasan Hutan Lindung. Adakah Akta Perubahan Peta Kawasan Hutan Lindung disana?.
Dari keingintahuan para Anggota Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara DPW Kepri, akhirnya PW FRN Kepri mengajukan pertanyaan dengan bersurat, untuk meminta informasi dan konfirmasi, kepada Direktorat Insfratruktur Kawasan, ( DIK) BP Batam melalui PPID, pada tanggal 04/09/2024, dengan nomor surat : 004/FRN/Kepri/IX/2025. Akhirnya Balasan Surat dari PPID BP Batam, pada tanggal 07/10/2025, dengan nomor surat: B- 6182/A1.1/HM.07/10/2025 menyatakan, “Sehubungan dengan permohonan informasi saudara, dengan Nomor Registrasi 74/PPID/BP Batam/PI/09/2025, tanggal 08/09/2025, terkait Aktivitas Reklamasi di Tanjung Sauh, bersama ini kami sampaikan bahwa kami belum mengetahui kegiatan tersebut”.
Jawaban dari pihak PPID BP Batam terhadap PW FRN Kepri, seakan Petir di siang hari bolong, yang tak berhujan. Aktivitas sudah hampir setengah tahun lamanya diketahui masyarakat, langgeng, tanpa tersentuh hukum, baik DLHK Kepri, Ditpam BP Batam, Satpol PP dan APH.
Dan selanjutnya PW FRN Kepri akan melanjutkan permasalahan ini ke pihak yang berkompeten dan berwenang, seperti Gubernur dan kementrian kelautan, untuk lebih detail Proyek tersebut. Aktivitas tersebut berada di sebelah Utara pulau Tanjung Sauh Besar.
Red.

















