- Asal-Usul: Diambil dari pasukan elite Majapahit yang sangat tangguh dan setia menjaga Raja Jayanegara.
- Makna Etimologis: Berasal dari kata bhaya (bahaya/takut) dan kara (pembuat/penjaga), yang secara harfiah berarti pengawal yang melindungi dari bahaya.
- Karakteristik: Melambangkan keberanian, kekuatan, ketangguhan, dan kesetiaan.
- Penggunaan Modern: Diadopsi sebagai nama kepolisian Indonesia untuk meresapi semangat juang dalam menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bagaimana Bisa Indonesia, Tidak Menghargai Eyang Buyutnya Bhayangkara dilawan, bisa jadi dianggap “DURHAKA”?
Kepada Media , Jumat (12/2) Agus Flores mengatakan Sisilah Munculnya Indonesia Berasal Dari Kerajaan Majapahit.
Dengan Rentetan Perjalanan Setelah Runtuhnya Kerajaan Majapahit, Dilanjutkan Kerajaan Demak, Dilanjutkan Kerajaan Pajang, Dilanjutkan Mataram Islam, Dilanjutkan Adanya Pecahan 2 Kesultanan yakni Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Diningrat Yogyakarta.
” Nah Cikal Bakal Indonesia, Nanti dari tahun 1900an Saat Datangnya Penjajah Portugis, Belanda, Jepang, karena Tanah Air ditahun 1850 Masih Dibawah Kendali Kerajaan Surakarta, Kerajaan Yogya Diningrat dan Kerajaan Kerajaan Daerah Lain, Sehingga Mengakibatkan Munculnya Perlawanan DI Ponegoro, Sisinga Mangaraja, Teukumar dan lain lain Mengatasnamakan Perlawanan Kerajaan Kesultanan Masing masing,” Ujar Agus.
Menurut Agus, Ada Beranggapan juga Munculnya Nama Indonesia Dimulai VOC Masuk ditahun 1400-1500.
” Dalil Itu Bisa kita akui, Tapi Saatnya Itu Belum Ada Nama Indonesia melainkan Masih dikuasai Kerajaan Demak, Dibawah Kekuasaan Raden Pattah dan Putranya Adipati Unus, dan Berurut Kerajaan Lain” Lanjutnya.
Agus Flores Menyangkal Pula, Kalau Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun, Baginya Yang Benar Komulatif Di Jajah Tanah Air oleh Pihak VOC dizaman Kerajaan, 350 Tahun, sedangkan Negara Indonesia Dijajah berkisar 45 Tahun, bahkan bisa ditafsirkan hanya 5 tahun.
” Karena Ditahun 1900an itu, masih banyak Kerajaan Didaerah Daerah, jadi Bisa Saja 5 Tahun, Indonesia Di Jajah, ” tegas Mas Agus.
” Kalau Rentetan Sisilah Indonesia Dianggap Baru Seumur Jagung, dibandingkan Lahirnya Bhayangkara, Wajar Saja, Saya Katakan Indonesia Durhaka ke Bhayangkara,” ujar Trah Brawijaya ini.
Kepada Awak media, Agus Flores, bisa menafsirkan ditahun 2030 Indonesia Bisa Bubar, Seperti Pernyataan Prabowo Subianto Saat Kampanyenya, Sebelum Jadi Presiden Republik Indonesia.

















