JAKARTA, iniberita.com -Tren gambar ChatGPT ala Studio Ghibli memicu perdebatan hangat di media sosial mengenai hak cipta dan masa depan seni. Perdebatan ini muncul karena kemampuan ChatGPT untuk menghasilkan gambar dalam gaya tertentu, termasuk gaya Studio Ghibli, yang merupakan studio animasi Jepang terkenal.
Beberapa pihak khawatir bahwa kemampuan ChatGPT ini dapat melanggar hak cipta para seniman dan studio, karena ChatGPT dapat menghasilkan gambar yang sangat mirip dengan karya asli tanpa izin dari pemilik hak cipta.
Hal ini memicu pertanyaan tentang apa yang dianggap sebagai pelanggaran hak cipta dalam konteks seni digital.
Di sisi lain, beberapa pihak berpendapat bahwa kemampuan ChatGPT ini dapat membuka peluang baru bagi seniman dan kreator untuk membuat karya yang inovatif dan unik.
Mereka berpendapat bahwa hak cipta harus diimbangi dengan kebebasan untuk berekspresi dan berkreasi.
Perdebatan ini masih berlangsung, dan belum ada kesepakatan yang jelas tentang bagaimana hak cipta harus diterapkan dalam konteks seni digital yang menggunakan teknologi AI seperti ChatGPT. (Adr/Red).

















