Palembang, – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Talang Jambi, Palembang, Minggu (15/2/2026).
Setibanya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Irjen Pol Sandi Nugroho yang didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, langsung menuju lokasi untuk bertemu jajaran pengurus NU. Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya strategis dalam membangun komunikasi serta mempererat sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama di Sumatera Selatan.
“Silaturahmi ini adalah bagian penting dari upaya kami untuk menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, khususnya Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Kami memandang sinergi ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.
Kedatangan rombongan Kapolda disambut langsung oleh KH Hendra Zainuddin Al Qodiri bersama jajaran pengurus harian PWNU Sumsel, termasuk Wakil Sekretaris H. Hendri Zainuddin serta jajaran Syuriah. Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, kedua pihak berdiskusi selama lebih dari satu jam mengenai kondisi sosial dan keamanan terkini di wilayah Bumi Sriwijaya.
KH Hendra Zainuddin menegaskan komitmen PWNU Sumsel untuk terus mendukung aparat kepolisian, terutama dalam menciptakan ketertiban umum dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Kapolda. PWNU Sumsel siap bersinergi untuk memastikan persatuan dan kedamaian di Sumatera Selatan tetap terjaga,” ungkap KH Hendra Zainuddin.
Pertemuan tersebut ditutup dengan santap siang bersama menu khas Palembang dan sesi foto bersama sebagai simbol keharmonisan hubungan antara Polda Sumsel dan PWNU Sumsel. Langkah ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi kepemimpinan Kapolda Sumsel dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan yang humanis kepada para ulama dan tokoh masyarakat.
(Red/Rezha LDD)

















