Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
DaerahKriminalTNI & POLRI

Terungkap! Alvaro Kiano Dibunuh Ayah Tiri Sendiri, AI Nekat Habisi Nyawa Korban Akibat Cemburu

7323
×

Terungkap! Alvaro Kiano Dibunuh Ayah Tiri Sendiri, AI Nekat Habisi Nyawa Korban Akibat Cemburu

Sebarkan artikel ini
banner 500x150

Jakarta, – Polda Metro Jaya resmi menetapkan pria berinisial AI sebagai tersangka dalam kasus hilangnya dan tewasnya bocah bernama Alvaro Kiano Nugroho (AKN). Mirisnya, AI diketahui merupakan ayah tiri korban.

​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025), mengungkapkan fakta memilukan bahwa korban dibunuh karena terus menangis saat dibawa pergi oleh tersangka.

​”Pada saat korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” ungkap Kombes Pol. Budi Hermanto.

​Setelah korban tak bernyawa, tersangka membungkus jenazah dengan plastik hitam dan membuangnya di wilayah Tenjo, tepatnya di Jembatan Cilalay. Peristiwa pembuangan jasad ini terjadi pada 9 Maret 2025, atau tiga hari setelah korban dilaporkan hilang.

Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan motif di balik pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6). Tersangka, Alex Iskandar (AI) yang merupakan ayah tiri korban, diduga melakukan perbuatan keji tersebut karena cemburu terhadap istrinya.

“Penyidik menemukan indikasi kuat adanya dorongan pelaku untuk balas dendam, berdasarkan pendalaman percakapan digital terlapor atau terduga pelaku,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan jika motif penculikan terhadap Alvaro, dilakukan karena AI merasa dendam dengan ibu kandung Alvaro atau istri pelaku yang diketahui selingkuh.

Dari proses pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu.

“Jadi motifnya udah ada dorongan dan terakumulasi, diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” ucapnya.

Sebelumnya, Alvaro Kiano Nugroho dinyatakan hilang sejak 6 Maret lalu. Peristiwa bermula saat Alvaro izin untuk melaksanakan shalat Maghrib di masjid dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Namun, selepas shalat Maghrib ternyata Alvaro tak kunjung pulang. Sehingga, keluarga mencari keberadaannya dan temannya mengaku tak bersamanya saat shalat. Pada akhirnya, keluarga memilih untuk melapor ke Kepolisian demi mencari keberadaan Alvaro.

Ciri-ciri terakhir Alvaro yakni memakai kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Kemudian fisiknya, bertubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, dan terdapat lesung pipi

Kakek Alvaro, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Informasi ini diperoleh Tugimin dari marbut Masjid Al-Muflihun, lokasi Alvaro terakhir terlihat.

(Red/Rezha LDD)

banner 325x300
Example 120x600
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *